Syahrezamarasutanpohan's Blog

Akutansi Komitmen dan Kontijensi | Mei 13, 2010

Akutansi Komitmen dan Kontijensi
A. Pengertian dan Klasifikasi Komitmen

Komitmen adalah suatu perikatan atau kontrak berupa janji yang tidak dapat dibatalkan secaar sepihak. Dan harus dilaksanakan apabila persyaratan yang disepakati bersama dipenuhi.
Jenis Komitmen ada 2 :
1. Komitmen Kewajiban, yaitu komitmen yang diberikan oleh suatu bank kepada nasabah atau pihak lain.
2. Komitmen tagihan, yaitu komitmen yang akan diterima oleh suatu bank dari pihak lainnya.

B. Jenis Komitmen

 Fasilitas Pinjaman yang diterima adalah fassilitas pinjaman yang diterima oleh bank dari bank lain atau pihak lain dan belum digunakan pada tanggal penyusunan laporan keuangan. Nilai komitmen yang disajikan adalah sejumlah nilai nominal penarikan atau pelunasan atas fasilitas tersebut

 Fasilitas Kredit Yang Diberikan adalah fasilitas kredit yang telah disetujui oleh bank untuk diberikan kepada nasabah dan masih berlaku untuk digunakan nasabah.Fasilitas kredit yang diberikan disajikan sebesar sisa komitmen yang belum ditarik.

 Letter of Credit Yang Tidak Dapat Dibatalkan yang masih berjalan adalah jaminan dalam bentuk penerbitan L/C yang tidak dapat dibatalan dalam rangka impor dan ekspor atau lalu lintas perdagangan.L/C tersebut disajikan sebesar sisa jumlah L/C yang belum direalisasi.

 Kewajiban Pembelian Kembali Aktiva Yang Dijual Dengan Syarat Repo adalah kewajiban bank untuk membeli kembali aktiva bank pada waktu tertentu yang sesuai dengan perjanjian. Transaksi ini merupakan komitmen kewajiban bank kepada nasabah dan harus disajikan sebesar harga pembelian yang disepakati bank dengan nasabahnya.

 Akseptasi Wesel Impor Atas Dasar L/C Berjangka adalah pemberian jaminan dalam bentuk penandatanganan terhadap wesel-wesel impo atas dasar L/C berjangka. Akseptassi wesel tersebut disajikan sebesar nominal wesel yang diaksep.

 Transaksi Valuta Asing Tunai (SPOT) Yang Belum Diselesaikan adalah jumlah transaksi valuta asing tunai yang masih belum diselesaikan pada tanggal laporan. Transaksi tersebut wajib dilaporkan dalam laporan komitmen dan kontijensi dan dijabarkan ke dalam mata uang rupiah dengan menggunakan kurs tengah pada laporan.

 Transaksi Berjangka Valuta Asing (Forward/Future)Yang Masih Berjalan tagiahan atau kewajiban bank yang timbul dari transaksi berjangka valas dicatat dan disajikan sebesar tagihan atau kewajiban bank. Saldo tagihan atau kewajiban berjangka dalam valas dijabarkan ke dalam rupiah menggunakan kurs tengah tanggal laporan.

Kontinjensi
A. Pengertian Kontijensi
Kontinjensi atau lebih dikenal dengan peristiwa atau transaksi yang mengandung syarat merupakan transaksi yang paling banyak ditemukan dalam kegiatan bank sehari-hari . kontijensi yang dimiliki oleh suatu bank dapat berakibat tagihan atau kewajiban bagi bang yang bersangkutan.
Kontinjensi adalah suatu keadaan yang masih diliputi oleh ketidakpastian mengenai kemungkinan diperolehnya laba atau rugi oleh suatu perusahaan. Yang baru akan terselesaikan dengan terjadi atau tidak terjadinya satu atau lebih peristiwa di masa yang akan datang
B. Jenis Transaksi Kontinjensi
Kontinjensi bank terdiri dari kontijensi tagihan dan kontijensi kewajiban (tunggakan).
Kontijensi tagihan terdiri dari :
 Bank garansi yang diterbitkan oleh bank lain adalah semua bentuk garansi atau jaminan yang diterima oleh bank yang mengakibatkan tagihan kepada pihak bank pinjamin bila pihak yang dijamin melakukan ingkar janji atau wanprestasi di kemudian hari
 Pembelian opsi Valuta asing Opsi adalah perjanjian asing yang memberikan hak pilihan kepada pembeli opsi untuk menggunakan atau tidak menggunakan dalam kontrak jual beli valuta asing.
 Pendapatan Bunga dalam Penyelesaian dalam akuntansi perbangkan khususnya yang menyangkut pendapatan bunga dari aktiva produksi, bank akan menganut prinsip konservasi dalam arti sangat hati-hati.
Kontinjensi kewajiban terdiri dari :
a. Garansi yang diberikan
Bank garansi yang diberikan adalah semua bentuk garansi atau jaminan yang diberikan oleh bank yang mengakitbatkan pembayaran kepada pihak penerima jaminan apabila pihak yang dijamin oleh bank yang bersangkutan wanprestasi atau cidera janji.
b. Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) yang dapat dibatalkan (revocable L/C) dalam rangka perdagangan dalam negeri.
c. Penjualan opsi valuta asing
Opsi jual (put option) adalah opsi yang memberikan hak kepada pemegang opsi untuk menjual valuta asing pada harga tertentu salama atau pada akhir masa opsi. Sebagai opsi, pemegang opsi jual tentu akan melakukan bila underlying assets pada akhir periode memiliki harga di bawah strike price.

About these ads

Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar »

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: