Syahrezamarasutanpohan's Blog

DataBase2

JUGA DISEBUT: DATABASE2 dan IBM DB2
DEFINISI: DB2 adalah keluarga sistem manajemen database relasional (RDBMS) produk dari IBM yang melayani sejumlah sistem operasi yang berbeda platform. Menurut IBM, DB2 memimpin dalam hal pangsa pasar database dan kinerja. Meskipun produk DB2 yang ditawarkan untuk sistem berbasis UNIX dan sistem operasi komputer pribadi, DB2 jejak produk database Oracle dalam sistem berbasis UNIX dan Microsoft Access …
Definisi berlanjut di bawah ini.

PENGENALAN DB2

Pengertian DB2
RDBMS yang memungkinkan user menggunakan perintahperintah SQL terhadap basis data relasional

Perkembangan DB2 Akhir th. 70-an
Riset penyusunan teknologi relasional

Th. 80-an
Produk DB2 untuk VM, VSE, MVS, AS/400, OS/2

Th. 90-an
Produk DB2 untuk AIX, HP-UX, SOLARIS, NT, SINIX

Pengantar DB2

Keunggulan DB2
– – Dapat dijalankan pada bermacam-macam platform Menunjang client/server platform, aplikasi multimedia, object oriented Dirancang untuk memperoleh informasi dalam bisnis berskala kecil maupun besar Memiliki alat yang mengizinkan user membuat macammacam aplikasi untuk mengakses dan bekerja dengan data

Pengantar DB2

Structured Query Language (SQL)
3 Pemakai

DML DATA MANIPULATION Table Access Select Update Delete Insert

DDL DATA DEFINITION Define and Change Objects Create Alter Drop

DCL DATA & ACCESS CONTROL Security & uthorization Grant Revoke

End User dan Programmer

Database Administrator
Pengantar DB2

Security Administrator
3

• Obyek-Obyek DB2
INSTANCE 1 Dbm config file CATALOG LOG

DATABASE 2 CATALOG DATABASE 1 LOG DB CONFIG FILE TABLE 1 TABLE2, etc INDEX2, etc INDEX VIEW VIEW 1 VIEW 2
Pengantar DB2

DB CONFIG FILE

TABLE 1

TABLE2, etc

INDEX1

Database Manager Instance Berisikan gambaran mengenai lingkungan manajer basis data sesungguhnya Catalog
Terdiri dari sekumpulan tabel yang berisikan informasi mengenai seluruh obyek DB2 yang telah didefinisikan, informasi otorisasi, recovery. Hanya dapat dilihat oleh DBA dan pemakai yang diberi izin oleh DBA

Log
Menyimpan semua perubahan terhadap basis data yang ada

DB Configuration File Mengatur parameter-parameter konfigurasi file-file basis data
Pengantar DB2 5

• UTILITAS-UTILITAS DB2
digunakan untuk menjalankan fungsi-fungsi sistem administrasi

• Utilitas terbagi dalam 3 kategori :
1. Utilitas Setup atau Move 2. Utilitas Maintenance 3. Utilitas Recovery

Utilitas Setup atau Move
Berfungsi untuk memuat (loading) data ke dalam tabel dan sebaliknya. Tabel yang dimuat dapat berupa tabel kosong atau yang sudah ada isinya. Terdiri dari 2 fungsi yaitu : Load dan Unload.

Pengantar DB2

Utilitas Maintenance
Berfungsi mengatur kembali table space atau index, memperoleh kembali ruang yang hilang pada fragmentasi tabel atau tabel yang telah dihapus, memperbaiki statistik yang disimpan pada DB2 Catalog. Terdiri dari 2 fungsi yaitu : Reorganize dan Update Statistics.

Utilitas Recovery
Berfungsi untuk menempatkan kembali (restore) basis data pada keadaan yang sekarang. Terdiri dari 2 fungsi yaitu : Backup dan Recover

The Plant organel Database Versi 2 (PODB2) adalah sebuah proyek database khusus untuk mempromosikan pemahaman yang komprehensif organel dinamika, termasuk fungsi organel, Biogenesis, diferensiasi, gerakan, dan interaksi dengan organel lain.

Database ini terdiri dari 4 bagian masing-masing, “The organel Movie Database ‘,’ The Organellome Database ‘,’ The Fungsional Analisis Database ‘, dan’ External Links ke database lain dan halaman Web ‘. Semua data dan protokol dalam ‘The Organel Movie Database’, ‘The Organellome Database’ dan ‘The Fungsional Analisis Database’ akan diisi oleh penyerahan langsung ditentukan secara eksperimental data dari para peneliti tanaman. Kami juga menghargai kontribusi aktif anda dengan penyerahan data dan protokol ke database kami. Silakan lihat di bawah ‘Kirim Data ke PODB2’ untuk menyerahkan data dan protokol.

Objek yang Database2 memperluas fungsionalitas dari objek Database untuk digunakan dengan fitur yang diperkenalkan pada SQL Server 2000. Hal ini juga mewarisi properti dan metode dari objek Database. Dengan Database2 objek, Anda dapat:

* Tetapkan dan mengambil kolom-tingkat pengaturan pemeriksaan.
* Periksa integritas database SQL Server dengan hasil yang dikembalikan dalam format tabel.

Metode dan properti dari objek Database2 mungkin tidak kompatibel dengan instance dari SQL Server versi 7.0 atau sebelumnya. Untuk informasi lebih lanjut tentang cara menggunakan Database2 objek dalam suatu aplikasi yang juga berjalan dengan instance dari SQL Server 7.0, merujuk ke bagian Catatan untuk metode dan properti khusus. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Programming Extended SQL-DMO Objek.

Iklan

Ditulis dalam Uncategorized

contoh aplikasi basis data

Contoh aplikasi basis data

Contoh Basis Data

30

Shampo Pantene

130

20

Shampo Clear

120

10

Lifeboy

110

10

Pepsodent

100

Kode_Pemasok

Nama_Barang

Kode_Barang

Tabel Barang

Mitra Jaya

30

Century

20

Godilever

10

Nama_Pemasok

Kode_Pemasok

Tabel Pemasok

Tabel barang dihubungkan dengan tabel pemasok melalui kode_pemasok


Ditulis dalam Uncategorized

Rankuman Lingkungan Basis Data dan Contoh Aplikasi

LINGKUNGAN BASIS DATA

BASIS DATA
Basis data merupakan sumber informasi yang dapat dipakai bersama. Setiap pemakai membutuhkan pandangan yang berbeda terhadap data yang disimpan di dalam basis data. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, terdapat arsitektur komersial DBMS yang didasarkan pada perluasan arsitektur yang disebut sebagai arsiktur ANSI-SPARC.
Tiga Tingkat Arsitektur Basis data ANSI-SPARC
Ada 3 tingkat dalam arsitektur basis data yang bertujuan membedakan cara pandang pemakai terhadap basis data dan cara pembuatan basis data secara fisik.
3 tingkatan arsitetur basis data :
1 . Tingkat Eksternal (External Level)
Tingkat eksternal merupakan cara pandang pemakai terhadap basis data. Pada tingkat ini menggambarkan bagian basis data yang relevan bagi seorang pemakai tertentu. Cara pandang secara eksternal hanya terbatas pada entitas, atribut dan hubungan antara entitas (relationship) yang diperlukan saja.
2 . Tingkat Konseptual (Conseptual Level)
Tingkat konseptual merupakan kumpulan cara pandang terhadap basis data. Pada tingkat ini menggambarkan data yang disimpan dalam basis data dan hubungan antara datanya. Hal-hal yang digambarkan dalam tinggat konseptual adalah :
 Semua entitas beserta atribut dan hubungannya
 Batasan data
 Informasi semantik tentang data
 Keamanan dan integritas informasi
3 . Tingkat Internal (Internal Level)
Tingkat internal merupakan perwujudan basis data dalam computer. Pada tingkat ini menggambarkan bagaimana basis data disimpan secara fisik di dalam peralatan storage yang berkaitan erat dengan tempat penyimpanan / physical storage.
Tingkat internal memperhatikan hal-hal berikut ini :
 Alokasi ruang penyimpanan data dan indeks
 Deskripsi record untuk penyimpan (dengan ukuran penyimpanan untuk data elemen)
 Penempatan record
 Pemampatan data dan teknik encryption
Data Independence
Tujuan utama dari 3 timgkat arsitektur adalah memelihara kemandirian data (data independence) yang berarti perubahan yang terjadi pada tingkat yang lebih rendah tidak mempengaruhi tingkat yang lebih tinggi.
Ada 2 jenis data independence, yaitu :
1 . Physical Data Independence
Bahwa internal schema dapat diubah oleh DBA tanpa menggangu conceptual schema. Dengan kata lain physical data indepence menunjukkan kekebalan conceptual schema terhadap perubahan conceptual schema.
2 . Logical Data Independence
Bahwa conceptual schema dapat diubah oleh DBA tanpa menggangu external schema. Dengan kata lain logical data independence menunjukkan kekebalan external schema terhadap perubahan conceptual schema.

Bahasa Dalam DBMS
DBMS (Database Management systems) adalah kumpulan program yang mengkoordinasikan semua kegiatan yang berhubungan dengan basis data. Dengan adanya berbagai tingkatan pandangan dalam suatu basis data maka untuk mengakomodasikan masing-masing pengguna dalam pirantik lunak manajemen basis data biasanya terdapat bahasa-bahsa tertentu yang disebut Data Sub Language. Data sub language adalah subset bahsa yang dipakai untuk operasi manajemen basis data. Dalam penggunaan biasanya dapat ditempelkan (embedded) pada bahasa tuan rumah (cobol, PL/1, dsb). Secara umum maka setipa pengguna basis data memerlukan bahasa yang dipakai sesuai tugas dan fungsinya.
Dalam basis data secara umum dikenal 2 data sub language :
1 . Data Definition language (DDL)
2 . Data Manipulation Language (DML)
Ada 2 jenis DML :
1 . Procedural DML
Digunakan untuk mendefinisikan data yang diolah dan perintah yang akan dilaksanakan.
2 . Non Procedural
Digunakan untuk menjabarkan data yang diinginkan tanpa menyebutkan bagaimana cara pengambilannya.
Model Data
Model data adalah kumpulan konsep yang terintegrasi yang menggambarkan data, hubungan antara data dan batasan-batasan data dalam suatu organisasi. Fungsi dari sebuah model data untuk merepresentasikan data sehingga data tersebut mudah dipahami.
Untuk menggambarkan data pada tingkat eksternal dan konseptual digunakan model data berbasis objek atau model data berbasis record.
1 . Model Data Berbasis Objek
Model data berbasis objek menggunakan konsep entitas, atribut dan hubungan antar entitas. Beberapa jenis model data berbasis objek yang umum adalah :
 Entity-relationship
 Semantic
 Functional
 Object-oriented
2 . Model Data Berbasis Record
Pada model data berbasis record, berbasis data terdiri dari sejumlah record dalam bentuk yang tetap yang dapat dibedakan dari bentuknya. Ada 3 macam jenis model data berbasis record yaitu :
 Model data relasional
 Model data hierarkhi
 Model data jaringan
Fungsi DBMS
Layanan-layanan yang sebaiknya disediakan oleh database management system adalah :
1 . Penyimpanan, pengambilan dan perubahan data
2 . Katalog yang dapat diakses pemakai
3 . Mendukung Transaksi
4 . Melayani control concurrency
5 . Melayani recovery
6 . Melayani autorisasi
7 . Mendukung komunikasi data
8 . Melayani intergrity
9 . Melayani dataindependence
10 . Melayani utility

Komponen DBMS
1 . Query processor
Komponen yang merubah bentuk query ke dalam instruksi tingkat rendah ke database manager
2 . Database Manager
Database manager menerima query dan menguji skema eksternal dan konseptual untuk menentukan apakah record-record dibutuhkan ubtuk memenuhi permintaan. Kemudian DM memanggil file manager untuk menyelesaikan permintaan.
3 . file manager
Memanipulasi penyimpanan file dan mengatur alokasi ruang penyimpanan pada disk.
4 . DML Preprocessor
Modul yang merubah perintah DML embedded ke dalam program aplikasi dalam bentuk fungsi-fungsi yang memanggil dalam host language.
5 . DDL Compiler
Merubah perintah DDL menjadi kumpulan table yang berisi metadata.
6 . Dictionary manager
Mengatur akses dan memelihara data dictionary. Data dictionary diakses oleh komponen DBMS yang lain.

Komponen software utama database manager adalah
1 . Authorization Control
Modul yang memeriksa apakah pemakai mempunyai wewenang untuk menyelesaikan operasi
2 . Command processor
Memeriksa apakah pemakai mempuyai wewenang untuk menyelesaikan operasi.
3 . Intergrity Checker
Untuk semua operasi yang merubah basis data, integrity checker memeriksa operasi yang diminta memerlukan batasan integritas.
4 . Query Optimizer
Modul ini menentukan strategi yang optimal untuk eksekusi query
5 . Transaction Manager
Modul ini mengerjakan proses-proses yang dibutuhkan operasi yang diterima transaksi
6 . Scheduler
Modul ini bertanggung jawab untuk menjamin operasi secara bersamaan terhadap basis data sehingga berjalan tanpa ada masalah antara yang satu dengan lain
7 . Recovery Manager
Modul ini menjamin basis data tetap konsisten walaupun terjadi kerusakan.
8 . Buffer Manager
Modul ini bertanggung jawab terhadap pemindahan dat antara main memory dansecondary storage, seperti disk dan tape.
Arsitektur DBMS Multi User
Teleprocessing
Arsitektur trdisional untuk system multi user adalah teleprocessing, dimana satu computer dengan CPU dan sejumlah terminal . Semua pemrosesan dikerjakan dalam batasan fisik computer yang sama.
File-Server
Proses didistribusikan ke dalam jaringan sejenis LAN (Local Area Network). File server mengendalikan file yang diperlukan oleh aplikasi dan DBMS.
Kerugian arsitektur file-server adalah :
 Terdapat lalulintas jaringan yanf besar
 Masing-masing workstation membutuhkan copy DBMS
 Control terhadap concurrency, recovery dan integrity menjadi lebih kompleks karena sejumlah DBMS mengakses file secar bersamaan
Client Server
Untuk mengtasi kelemahan arsitektur di atas maka dikembangkan arsitektur client-server menunjukan cara komponen software berinteraksi dalam system.
Berikut ini adalah ringkasan fungsi client-server
Client

 Mengatur user interface
 Menerima dan memeriksa sintaks input dari pemakai
 Memproses aplikasi
 Generate permintaan basis data dan memindahhkannya ke server
 Meberikan response balik kepada pemakai
Server
 Menerima dan memproses basis data yang diminta dari client
 Memeriksa autorisasi
 Menjamin tidak terjadi pelanggaran terhadap intergrity constraint
 Melakukan queryl pemrosesan update dan memindahkan response ke client
 Memelihara data dictionary
 Menyediakan akses basis data secara bersamaan
 Menyediakan control recovery.

Data Dictionary
Data dictionary adalah peyimpanan informasi yang menggambarkan data dalam basis data.Sistem data dictionary dapat dibedakan atas system aktif dan pasif. Sistem aktif selalu konsisten dengan struktur basis data karena secara otomatis dikerjakan oleh system, Sebaliknya, system pasif tidak konsisten terhadap perubahan basis data yang dilakukan oleh pemakai

Contoh aplikasi basis data pada universitas


Ditulis dalam Uncategorized

Hello world!

Oktober 10, 2009
1 Komentar

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


Ditulis dalam Uncategorized