Syahrezamarasutanpohan's Blog

Rankuman Lingkungan Basis Data dan Contoh Aplikasi | Oktober 10, 2009

LINGKUNGAN BASIS DATA

BASIS DATA
Basis data merupakan sumber informasi yang dapat dipakai bersama. Setiap pemakai membutuhkan pandangan yang berbeda terhadap data yang disimpan di dalam basis data. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, terdapat arsitektur komersial DBMS yang didasarkan pada perluasan arsitektur yang disebut sebagai arsiktur ANSI-SPARC.
Tiga Tingkat Arsitektur Basis data ANSI-SPARC
Ada 3 tingkat dalam arsitektur basis data yang bertujuan membedakan cara pandang pemakai terhadap basis data dan cara pembuatan basis data secara fisik.
3 tingkatan arsitetur basis data :
1 . Tingkat Eksternal (External Level)
Tingkat eksternal merupakan cara pandang pemakai terhadap basis data. Pada tingkat ini menggambarkan bagian basis data yang relevan bagi seorang pemakai tertentu. Cara pandang secara eksternal hanya terbatas pada entitas, atribut dan hubungan antara entitas (relationship) yang diperlukan saja.
2 . Tingkat Konseptual (Conseptual Level)
Tingkat konseptual merupakan kumpulan cara pandang terhadap basis data. Pada tingkat ini menggambarkan data yang disimpan dalam basis data dan hubungan antara datanya. Hal-hal yang digambarkan dalam tinggat konseptual adalah :
 Semua entitas beserta atribut dan hubungannya
 Batasan data
 Informasi semantik tentang data
 Keamanan dan integritas informasi
3 . Tingkat Internal (Internal Level)
Tingkat internal merupakan perwujudan basis data dalam computer. Pada tingkat ini menggambarkan bagaimana basis data disimpan secara fisik di dalam peralatan storage yang berkaitan erat dengan tempat penyimpanan / physical storage.
Tingkat internal memperhatikan hal-hal berikut ini :
 Alokasi ruang penyimpanan data dan indeks
 Deskripsi record untuk penyimpan (dengan ukuran penyimpanan untuk data elemen)
 Penempatan record
 Pemampatan data dan teknik encryption
Data Independence
Tujuan utama dari 3 timgkat arsitektur adalah memelihara kemandirian data (data independence) yang berarti perubahan yang terjadi pada tingkat yang lebih rendah tidak mempengaruhi tingkat yang lebih tinggi.
Ada 2 jenis data independence, yaitu :
1 . Physical Data Independence
Bahwa internal schema dapat diubah oleh DBA tanpa menggangu conceptual schema. Dengan kata lain physical data indepence menunjukkan kekebalan conceptual schema terhadap perubahan conceptual schema.
2 . Logical Data Independence
Bahwa conceptual schema dapat diubah oleh DBA tanpa menggangu external schema. Dengan kata lain logical data independence menunjukkan kekebalan external schema terhadap perubahan conceptual schema.

Bahasa Dalam DBMS
DBMS (Database Management systems) adalah kumpulan program yang mengkoordinasikan semua kegiatan yang berhubungan dengan basis data. Dengan adanya berbagai tingkatan pandangan dalam suatu basis data maka untuk mengakomodasikan masing-masing pengguna dalam pirantik lunak manajemen basis data biasanya terdapat bahasa-bahsa tertentu yang disebut Data Sub Language. Data sub language adalah subset bahsa yang dipakai untuk operasi manajemen basis data. Dalam penggunaan biasanya dapat ditempelkan (embedded) pada bahasa tuan rumah (cobol, PL/1, dsb). Secara umum maka setipa pengguna basis data memerlukan bahasa yang dipakai sesuai tugas dan fungsinya.
Dalam basis data secara umum dikenal 2 data sub language :
1 . Data Definition language (DDL)
2 . Data Manipulation Language (DML)
Ada 2 jenis DML :
1 . Procedural DML
Digunakan untuk mendefinisikan data yang diolah dan perintah yang akan dilaksanakan.
2 . Non Procedural
Digunakan untuk menjabarkan data yang diinginkan tanpa menyebutkan bagaimana cara pengambilannya.
Model Data
Model data adalah kumpulan konsep yang terintegrasi yang menggambarkan data, hubungan antara data dan batasan-batasan data dalam suatu organisasi. Fungsi dari sebuah model data untuk merepresentasikan data sehingga data tersebut mudah dipahami.
Untuk menggambarkan data pada tingkat eksternal dan konseptual digunakan model data berbasis objek atau model data berbasis record.
1 . Model Data Berbasis Objek
Model data berbasis objek menggunakan konsep entitas, atribut dan hubungan antar entitas. Beberapa jenis model data berbasis objek yang umum adalah :
 Entity-relationship
 Semantic
 Functional
 Object-oriented
2 . Model Data Berbasis Record
Pada model data berbasis record, berbasis data terdiri dari sejumlah record dalam bentuk yang tetap yang dapat dibedakan dari bentuknya. Ada 3 macam jenis model data berbasis record yaitu :
 Model data relasional
 Model data hierarkhi
 Model data jaringan
Fungsi DBMS
Layanan-layanan yang sebaiknya disediakan oleh database management system adalah :
1 . Penyimpanan, pengambilan dan perubahan data
2 . Katalog yang dapat diakses pemakai
3 . Mendukung Transaksi
4 . Melayani control concurrency
5 . Melayani recovery
6 . Melayani autorisasi
7 . Mendukung komunikasi data
8 . Melayani intergrity
9 . Melayani dataindependence
10 . Melayani utility

Komponen DBMS
1 . Query processor
Komponen yang merubah bentuk query ke dalam instruksi tingkat rendah ke database manager
2 . Database Manager
Database manager menerima query dan menguji skema eksternal dan konseptual untuk menentukan apakah record-record dibutuhkan ubtuk memenuhi permintaan. Kemudian DM memanggil file manager untuk menyelesaikan permintaan.
3 . file manager
Memanipulasi penyimpanan file dan mengatur alokasi ruang penyimpanan pada disk.
4 . DML Preprocessor
Modul yang merubah perintah DML embedded ke dalam program aplikasi dalam bentuk fungsi-fungsi yang memanggil dalam host language.
5 . DDL Compiler
Merubah perintah DDL menjadi kumpulan table yang berisi metadata.
6 . Dictionary manager
Mengatur akses dan memelihara data dictionary. Data dictionary diakses oleh komponen DBMS yang lain.

Komponen software utama database manager adalah
1 . Authorization Control
Modul yang memeriksa apakah pemakai mempunyai wewenang untuk menyelesaikan operasi
2 . Command processor
Memeriksa apakah pemakai mempuyai wewenang untuk menyelesaikan operasi.
3 . Intergrity Checker
Untuk semua operasi yang merubah basis data, integrity checker memeriksa operasi yang diminta memerlukan batasan integritas.
4 . Query Optimizer
Modul ini menentukan strategi yang optimal untuk eksekusi query
5 . Transaction Manager
Modul ini mengerjakan proses-proses yang dibutuhkan operasi yang diterima transaksi
6 . Scheduler
Modul ini bertanggung jawab untuk menjamin operasi secara bersamaan terhadap basis data sehingga berjalan tanpa ada masalah antara yang satu dengan lain
7 . Recovery Manager
Modul ini menjamin basis data tetap konsisten walaupun terjadi kerusakan.
8 . Buffer Manager
Modul ini bertanggung jawab terhadap pemindahan dat antara main memory dansecondary storage, seperti disk dan tape.
Arsitektur DBMS Multi User
Teleprocessing
Arsitektur trdisional untuk system multi user adalah teleprocessing, dimana satu computer dengan CPU dan sejumlah terminal . Semua pemrosesan dikerjakan dalam batasan fisik computer yang sama.
File-Server
Proses didistribusikan ke dalam jaringan sejenis LAN (Local Area Network). File server mengendalikan file yang diperlukan oleh aplikasi dan DBMS.
Kerugian arsitektur file-server adalah :
 Terdapat lalulintas jaringan yanf besar
 Masing-masing workstation membutuhkan copy DBMS
 Control terhadap concurrency, recovery dan integrity menjadi lebih kompleks karena sejumlah DBMS mengakses file secar bersamaan
Client Server
Untuk mengtasi kelemahan arsitektur di atas maka dikembangkan arsitektur client-server menunjukan cara komponen software berinteraksi dalam system.
Berikut ini adalah ringkasan fungsi client-server
Client

 Mengatur user interface
 Menerima dan memeriksa sintaks input dari pemakai
 Memproses aplikasi
 Generate permintaan basis data dan memindahhkannya ke server
 Meberikan response balik kepada pemakai
Server
 Menerima dan memproses basis data yang diminta dari client
 Memeriksa autorisasi
 Menjamin tidak terjadi pelanggaran terhadap intergrity constraint
 Melakukan queryl pemrosesan update dan memindahkan response ke client
 Memelihara data dictionary
 Menyediakan akses basis data secara bersamaan
 Menyediakan control recovery.

Data Dictionary
Data dictionary adalah peyimpanan informasi yang menggambarkan data dalam basis data.Sistem data dictionary dapat dibedakan atas system aktif dan pasif. Sistem aktif selalu konsisten dengan struktur basis data karena secara otomatis dikerjakan oleh system, Sebaliknya, system pasif tidak konsisten terhadap perubahan basis data yang dilakukan oleh pemakai

Contoh aplikasi basis data pada universitas


Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: