Syahrezamarasutanpohan's Blog

SURAT KREDIT BERDOKUMEN DALAM NEGERI (SKBDN)

SURAT KREDIT BERDOKUMEN DALAM NEGERI (SKBDN)
Surat kredit berdokumen dalam negeri ( SKBDN ) atau sering disebut LC local, adalah instrument yang diterbitkan oleh bank (Issuing Bank), atas permintaan Applicant yang berisi janji bank untuk membayar sejumlah uang kepada Beneficiary apabila Issuing Bank menerima dokumen yang sesuai dengan syarat SKBDN. SKBDN dipergunakan untuk mendukung transaksi perdagangan di dalam negeri
SURAT KREDIT BERDOKUMEN DALAM NEGERI (SKBDN) Terbit.
Penerbitan SKBDN melalui Bank dapat dilakukan dengan menggunakan fasilitas yang ada pada Bank. Sekarang ada cara yang lebih cepat dalam menerbitkan SKBDN yaitu dengan menggunakan dana Anda, baik berupa dana tunai,/blokir rekening/blokir deposito, sebagai Setoran Jaminan. Sebagai bank , SKBDN yang kami terbitkan akan diterima oleh counter party maupun bank counter party Anda.
MANFAAT SURAT KREDIT BERDOKUMEN DALAM NEGERI (SKBDN) Terbit antara Lain :
 Melindungi proses settlement transaksi Anda
 Meningkatkan bonafiditas Anda karena SKBDN yang Anda pergunakan diterbitkan oleh Bank bertaraf internasional
 Memeriksa bahwa persyaratan dokumen yang tercantum dalam SKBDN terpenuhi.

SURAT KREDIT BERDOKUMEN DALAM NEGERI (SKBDN) Terima
Pada transaksi perdagangan dengan SKBDN, terdapat tenggang waktu antara presentasi dokumen dengan penerimaan pembayaran dari Issuing Bank. Bill Purchasing memungkinkan Anda memperoleh pembayaran segera setelah presentasi dokumen sehingga akan meningkatkan efisiensi Cash Flow Anda.
Bill Purchasing adalah pengambilalihan dokumen atau draft atas dasar SKBDN yang harus dibayar oleh Issuing Bank. Bill Purchasing ini dapat dilakukan baik untuk SKBDN yang bersifat Sight (Atas Unjuk) maupun Usance (Berjangka) dengan hak regres (with recourse).
MANFAAT SURAT KREDIT BERDOKUMEN DALAM NEGERI (SKBDN) Terima antara lain :
 Membantu pengembangan usaha Anda karena proceeds yang Anda peroleh dapat segera Anda gunakan untuk kebutuhan bisnis Anda.
 Meningkatkan daya saing Anda dimata counter party dengan menawarkan penundaan pembayaran tanpa mengganggu Cash Flow Anda.
 Memitigasi kemungkinan un-paid dari Issuing Bank karena adanya discrepancy, dengan layanan Document Preparation kami.


Ditulis dalam Uncategorized

SAVE DEPOSIT BOX

SAVE DEPOSIT BOX
Kondisi ketidakpastian selalu menambah rasa khawatir, terutama menyangkut keamanan barang-barang Anda yang tidak ternilai harganya. Dalam menentukan pilihan untuk tempat penyimpanan yang tepat, tentunya Anda harus memilih tempat yang terpercaya. Maka dari itu Dibuatlah yang namanya Save Deposit Box. Dengan membayar Sewa yang tidak seberapa dari harta yang tak terhingga nilainya maka anda dalam menjalankan hidup tidak ada rasa takut akan harta anda akan hilang.
Safe Deposit Box adalah Jasa penyewaan kotak penyimpanan harta atau surat-surat berharga yang dirancang secara khusus dari bahan baja dan ditempatkan dalam ruang khasanah yang kokoh, tahan bongkar dan tahan api untuk memberikan rasa aman bagi penggunanya.
 Keuntungan yang Anda dapatkan :

 Ruang penyimpanan yang kokoh dilengkapi dengan sistem keamanan terus menerus selama 24 jam.
 Ruang penyimpanan yang dipasangkan kamera
 Keamanan yang selalu ada 24 jam dan Memberikan keamanan ganda dengan menggunakan sistem akses elektronik
 Fasilitas ruang tunggu eksklusif yang nyaman
 Tarif sewa yang kompetitif
 Tersedia dalam berbagai ukuran sesuai dengan kebutuhan Anda

 Kemudahan yang diperoleh :

 Persyaratan sewa cukup membuka Tabungan
 Tersedia bagi penyewa perorangan maupun Badan
 Jangka waktu sewa 1 tahun dan dapat diperpanjang secara otomatis.
 Kemudahan akses setiap hari termasuk hari libur dengan jam operasional lebih panjang.
Dibawah ini adalah contoh dari Tarif Save Deposit Box :
Biaya:
No. Tipe Tipe/Ukuran (inchi) Tarif Sewa Jaminan Kunci

6 Bulan 12 Bulan
1 3x5x24 75.000 100.000 500.000
2 5x5x24 110.000 200.000 500.000
3 3x10x24 150.000 250.000 500.000
4 5x10x24 250.000 350.000 500.000
5 10x10x24 450.000 650.000 500.000
6 15x10x24 700.000 1.200.000 500.000
7 5x15x24 350.000 660.000 500.000
8 15x15x24 950.000 1.680.000 500.000
9 15x30x24 1.950.000 3.360.000 1.000.000
10 48x30x24 6.300.000 10.800.000 1.000.000
*Tarif dalam tabel, belum termasuk PPn 10%


Ditulis dalam Uncategorized

INKASO

INKASO
Inkasio dalam Negeri
Merupakan jasa pelayanan Bank untuk melakukan penagihan kepada pihak ketiga atas Inkaso tanpa dokumen di tempat lain di dalam negeri. Nama layanan ini disebut Inkaso Surat/dokumen berharga yang dapat diinkasokan adalah wesel/draft, cek bilyet giro, kuitansi, surat promes/aksep dan hadiah undian (lotere).
MANFAAT DARI INKASO :
 Lebih bonafid dan nasabah memiliki reputasi yang lebih jelas.
 Membantu lebih efektif dan efisien dalam penyelesaian tagihan antar kota.
PERSYARATAN MENGGUNAKAN INKASO :
Pengiriman Inkaso menyerahkan surat/dokumen berharga kepada cabang Bank untuk ditagihkan kepada pembayaran Inkaso di tempat/kota lain di Indonesia
Warkat yang digunakan :
 Cek
 Bilyet Giro
JENIS WARKAT INKASO :
 Warkat Inkaso sendiri
adalah warkat yang diterbitkan oleh Kantor Cabang Bank yang wilayah kliringnya berbeda dengan wilayah kliring bank pengirim.
 Warkat Inkaso Bank lain

Adalah warkat yang diterbitkan oleh Bank lain yang wilayah kliringnya berbeda dengan wilayah kliring bank pengirim.

Inkaso Rupiah
Layanan Bank dalam rangka penagihan warkat-warkat valuta rupiah yang Bank tertariknya berada diluar wilayah Kliring.
Keuntungan :
 Kemudahan dalam penagihan pembayaran atas warkat-warkat dengan biaya yang kompetitif.
Ketentuan Umum :
 Dapat dilaksanakan di seluruh Kantor Cabang.
 Tersedia bagi nasabah maupun bukan nasabah.
 Warkat yang dapat di-inkaso-kan :
 Warkat yg tertariknya Bank/Lembaga Keuangan bukan Bank (LKBB) antara lain Wesel, Cek, Bilyet Giro, Cek Perjalanan dan lain sebagainya.
 Warkat yang tertariknya bukan Bank & juga bukan LKBB antara lain Wesel, Promissory Notes (Promes) yang tertariknya perorangan atau perusahaan


Ditulis dalam Uncategorized

Akutansi Pendapatan dan Biaya Bank

Akutansi Pendapatan dan Biaya Bank
A. AKUNTANSI PENDAPATAN
1. Pengertian
Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia (1999:233) dalam buku Standart Akuntansi Keuangan menyebutkan bahwa pendapatan adalah: “Arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama satu periode, bila arus masuk itu mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal”.
Selain itu menurut Commite On Accounting Concept and Standart dari AAA dikutip oleh Theodorus Tuonakotta (1984:144) dalam buku teori Akuntansi memberikan definisi pendapatan adalah” Pernyataan moneter mengenai barang dan jasa yang ditransfer perusahaan kepada langganan-langganannya dalam jangka waktu tertentu”.
Jenis-Jenis Pendapatan Bank diantaranya :

Pendapatan Operasional
Pendapatan bunga debitur Pendapatan komisi dan provisi Pendapatan atas transaksi valuta asing Pendapatan Operasional lain ( mis. Deviden, L/R penjualan surat berharga) Pendapatan Non Operasional Pendapatan dari penjualan aktiva tertentu.

 Pendapatan bunga debitur
Pendapatan bunga dari aktiva produktif non-perfoming, tidak diakui sebagai pendapatan periode berjalan sejak aktiva tersebut dinyatakan non-performing. Dengan demikian, bank tidak perlu melakukan penyesesuaian terhadap pendapatan bunga yang telah diakui sebelum aktiva produktif tersebut dinyatakan non-performing. Bunga dari aktiva non-performing yang tidak diakui sebagai pendapatan akan dicatat dalam rekening administrative karena merupakan peristiwa kontijensi.

 Komisi dan provisi
Komisi merupakan pendapatan bank yang sedang digiatkan belakangan. Komisi ini merupakan beban yang diperhitungkan kepada para nasabah bank yang mempergunakan jasa bank. Komisi juga lazimnya dibukukan langsung sebagai pendapatan pada saat bank menjual jasa kepada para nasabahnya.
Provisi kredit merupakan sumber pendapatan bank yang akan diterima dan diakui sebagai pendapatan pada saat kredit disetujui oleh bank. Biasanya provisi kredit langsung dibayarkan oleh nasabah yang bersangkutan.
Komisi dan provisi yang tidak berkaitan langsung dengan kegiatan perkreditan namun terkait dengan jangka waktu diperlukan sebagai pendapatan atau beban yang ditangguhkan dan diamortisasi secara sistimatis selang jangka waktunya. Pendapatan atau beban komisi dan provisi tersebut disajikan sebagai bagian dari pendapatan dan beban operasional lainnya dalam tubuh laporan laba-rugi.
 Pendapatan atas transaksi valuta asing
Pendapatan yang timbul dari transaksi valuta asing lazimnya berasal dari kurs. Selisih kurs ini akan dimasukkan kedalam pos pendapatan dalam laporan laba rugi. Laba atau rugi yang timbul dari transaksi valuta asing harus diakui sebagai pendapatan atau beban dalam perhitungan laba-rugi periode berjalan.
Terhadap aktiva dan kewajiban yang dimiliki suatu bank dalam valuta asing harus dijabarkan dalam Valuta Rupiah. Penjabaran aktiva dan kewajiban dalam mata uang asing ke dalam valuta rupiah harus diakui sebagai pendapatan atau beban dalam perhitungan laba-rugi periode berjalan. Penjabaran seluruh aktiva dan kewajiban dalam Valuta Rupiah harus mempergunakan kurs tengah Bank Indonesia.

 Pendapatan Operasional lain ( mis. Deviden, L/R penjualan surat berharga)

Pendapatan Non Operasional
 Pendapatan dari penjualan aktiva tetap
 Pendapatan dari penyewaan fasilitas gedung yang dimiliki oleh bank
Pendapatan Luar Biasa
Pendapatan yang memenuhi kriteria bersifat tidak normal dan tidak sering terjadi. Keuntungan ini merupakan suatu windfall profit. Dan harus digolongkan sebagai keuntungan atau pendapatan luar biasa.
Pendapatan luar biasa harus dipisahkan dari hasil usaha sehari-hari dan ditunjukkan secara terpisah dalam perhitungan laba-rugi disertai pengungkapan mengenai sifat dan jumlahnya. Dengan demikian perlu batasan atau definisi mengenai pos atau transaksi apa saja yang dapat digolongkan yang sifatnya luar biasa. Yang dimaksud dengan pos luar biasa adalah pos yang memenuhi kedua kriteria sebagai berikut:
 Bersifat tidak normal (tidak biasa)
Kejadian atau transaksi yang bersangkutan memilih tingkat abnormalitas yang tinggi dan tidak berhubungan dengan aktifitas perusahaan sehari-hari.
 Tidak Sering Terjadi
Kejadian atau transaksi yang bersangkutan tidak dihubungkan akan terulang lagi di masa yang akan datang.
B. BIAYA BANK
1. Pengertian
Yang dimaksud biaya adalah semua biaya yang secara langsung maupun tidak langsung telah dimanfaatkan untuk menciptakan pendapatan dalam suatu periode tertentu.
Biaya yang dikeluarkan tidak memberikan manfaat ekonomis untuk kegiatan periode berikutnya.
2. Jenis – Jenis Biaya Bank
a. Biaya Operasional, terdiri dari :
 Biaya Bunga
Biaya ini paling besar porsinya terhadap biaya bank keseluruhan. Biaya ini harus diantisipasikan oleh bank pada penutupan tahun buku atau pada tanggal laporan.
 Biaya Valuta Asing
Biaya dalam transaksi valuta asing biasanya muncul dari selisih kurs yang merugi. Munculnya kerugian selisih kurs baik dari transaksi spot, forward, maupun swap akan dibebankan ke dalam laporan laba rugi.
 Biaya Overhead
Dalam operasi bank sehari-hari diperlukan biaya untuk mengolah transaksi. Biaya ini berhubungan langsung dengan periode terjadinya sehingga harus dicatat dan diakui sebagai beban periode berjalan.
Biaya overhead yang terjadi di bank memiliki ciri-ciri :
1. Tidak dapat diidentifikasikan secara langsung dengan jasa yang dihasilkan karena biaya yang dikeluarkan untuk semua kegiatan bank
2. Menjadi biaya pada periode terjadinya
3. Tidak memberikan manfaat untuk masa yang akan datang
Contoh biaya overhead : biaya gaji pegawai, tunjangan-tunjangan, biaya penyusutan aktiva tetap, biaya kegiatan kantor dll.

b. Biaya Non Operasional
Yaitu biaya–biaya yang yang dikeluarkan yang tidak berkaitan dengan kegiatan utama bank misalnya kerugian dari penjualan aktiva tetap.
 Pos Luar Biasa
Biaya ini harus dipisahkan dari hasil usaha sehari-hari dan ditunjukkan secara terpisah dalam perhitungan laba rugi disertai pengungkapan atas sifat dan jumlahnya.
Biaya luar biasa kejadiannya tidak normal dan tidak sering terjadi atau tidak terulang lagi di masa yang akan datang.
 Koreksi Masa Lalu
Koreksi masa lalu yang berkaitan dengan unsure laba-rugi dapat dilakukan apabila telah terjadi kesalahan dalam perhitungan atau kesalahan penerapan prinsip akuntansi yang tidak tepat waktu atau tidak dapat diterima, kelalaian mencatat suatu transaksi atau kejadian yang telah terjadi, dan kesalahan matematis. Koreksi yang dilakukan terhadap laba-rugi periode lalu harus tetap diungkapkan.
 Pajak Penghasilan
Pos biaya paling akhir dalam tubuh laporan laba-rugi adalah pajak penghasilan. Pajak penghasilan dihitung berdasarkan laba menurut akuntansi atau laba kena pajak (taxable income) untuk diperhitungkan dengan tariff pajak penghasilan.


Ditulis dalam Uncategorized

Akutansi Komitmen dan Kontijensi

Akutansi Komitmen dan Kontijensi
A. Pengertian dan Klasifikasi Komitmen

Komitmen adalah suatu perikatan atau kontrak berupa janji yang tidak dapat dibatalkan secaar sepihak. Dan harus dilaksanakan apabila persyaratan yang disepakati bersama dipenuhi.
Jenis Komitmen ada 2 :
1. Komitmen Kewajiban, yaitu komitmen yang diberikan oleh suatu bank kepada nasabah atau pihak lain.
2. Komitmen tagihan, yaitu komitmen yang akan diterima oleh suatu bank dari pihak lainnya.

B. Jenis Komitmen

 Fasilitas Pinjaman yang diterima adalah fassilitas pinjaman yang diterima oleh bank dari bank lain atau pihak lain dan belum digunakan pada tanggal penyusunan laporan keuangan. Nilai komitmen yang disajikan adalah sejumlah nilai nominal penarikan atau pelunasan atas fasilitas tersebut

 Fasilitas Kredit Yang Diberikan adalah fasilitas kredit yang telah disetujui oleh bank untuk diberikan kepada nasabah dan masih berlaku untuk digunakan nasabah.Fasilitas kredit yang diberikan disajikan sebesar sisa komitmen yang belum ditarik.

 Letter of Credit Yang Tidak Dapat Dibatalkan yang masih berjalan adalah jaminan dalam bentuk penerbitan L/C yang tidak dapat dibatalan dalam rangka impor dan ekspor atau lalu lintas perdagangan.L/C tersebut disajikan sebesar sisa jumlah L/C yang belum direalisasi.

 Kewajiban Pembelian Kembali Aktiva Yang Dijual Dengan Syarat Repo adalah kewajiban bank untuk membeli kembali aktiva bank pada waktu tertentu yang sesuai dengan perjanjian. Transaksi ini merupakan komitmen kewajiban bank kepada nasabah dan harus disajikan sebesar harga pembelian yang disepakati bank dengan nasabahnya.

 Akseptasi Wesel Impor Atas Dasar L/C Berjangka adalah pemberian jaminan dalam bentuk penandatanganan terhadap wesel-wesel impo atas dasar L/C berjangka. Akseptassi wesel tersebut disajikan sebesar nominal wesel yang diaksep.

 Transaksi Valuta Asing Tunai (SPOT) Yang Belum Diselesaikan adalah jumlah transaksi valuta asing tunai yang masih belum diselesaikan pada tanggal laporan. Transaksi tersebut wajib dilaporkan dalam laporan komitmen dan kontijensi dan dijabarkan ke dalam mata uang rupiah dengan menggunakan kurs tengah pada laporan.

 Transaksi Berjangka Valuta Asing (Forward/Future)Yang Masih Berjalan tagiahan atau kewajiban bank yang timbul dari transaksi berjangka valas dicatat dan disajikan sebesar tagihan atau kewajiban bank. Saldo tagihan atau kewajiban berjangka dalam valas dijabarkan ke dalam rupiah menggunakan kurs tengah tanggal laporan.

Kontinjensi
A. Pengertian Kontijensi
Kontinjensi atau lebih dikenal dengan peristiwa atau transaksi yang mengandung syarat merupakan transaksi yang paling banyak ditemukan dalam kegiatan bank sehari-hari . kontijensi yang dimiliki oleh suatu bank dapat berakibat tagihan atau kewajiban bagi bang yang bersangkutan.
Kontinjensi adalah suatu keadaan yang masih diliputi oleh ketidakpastian mengenai kemungkinan diperolehnya laba atau rugi oleh suatu perusahaan. Yang baru akan terselesaikan dengan terjadi atau tidak terjadinya satu atau lebih peristiwa di masa yang akan datang
B. Jenis Transaksi Kontinjensi
Kontinjensi bank terdiri dari kontijensi tagihan dan kontijensi kewajiban (tunggakan).
Kontijensi tagihan terdiri dari :
 Bank garansi yang diterbitkan oleh bank lain adalah semua bentuk garansi atau jaminan yang diterima oleh bank yang mengakibatkan tagihan kepada pihak bank pinjamin bila pihak yang dijamin melakukan ingkar janji atau wanprestasi di kemudian hari
 Pembelian opsi Valuta asing Opsi adalah perjanjian asing yang memberikan hak pilihan kepada pembeli opsi untuk menggunakan atau tidak menggunakan dalam kontrak jual beli valuta asing.
 Pendapatan Bunga dalam Penyelesaian dalam akuntansi perbangkan khususnya yang menyangkut pendapatan bunga dari aktiva produksi, bank akan menganut prinsip konservasi dalam arti sangat hati-hati.
Kontinjensi kewajiban terdiri dari :
a. Garansi yang diberikan
Bank garansi yang diberikan adalah semua bentuk garansi atau jaminan yang diberikan oleh bank yang mengakitbatkan pembayaran kepada pihak penerima jaminan apabila pihak yang dijamin oleh bank yang bersangkutan wanprestasi atau cidera janji.
b. Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) yang dapat dibatalkan (revocable L/C) dalam rangka perdagangan dalam negeri.
c. Penjualan opsi valuta asing
Opsi jual (put option) adalah opsi yang memberikan hak kepada pemegang opsi untuk menjual valuta asing pada harga tertentu salama atau pada akhir masa opsi. Sebagai opsi, pemegang opsi jual tentu akan melakukan bila underlying assets pada akhir periode memiliki harga di bawah strike price.


Ditulis dalam Uncategorized

AKUNTANSI PENANAMAN DANA BANK

AKUNTANSI PENANAMAN DANA BANK

Penanaman dana bank meliputi penanaman dana dalam alat likuid atau kas, penanaman dana pada lembaga keuangan, penanaman dana dalam bentuk perkreditan dan penanaman dana dalam akativa tetap.

Tujuan dan apenanaman dana adalah untuk memperoleh (menciptakan) pendapatan bank melalui penciptaan aktiva produktif yang menghasilkan. Besarnya penempatan dana harus selalu diperhitungkan oleh tiap bank agar pendapatan yang dihasilkan dapat membayar biaya dana yang telah dipergunakan, menutupi kebutuhan biaya operasional, resiko yang diperhitungkan, dan sejumlah laba yang dikehendaki.

Jenis penanaman dana antara lain:

1. Remise atau pengiriman uang antar cabang dalam bentuk suatu bank,
2. Penanaman pada bank lain dalam bentuk giro,
3. Deposito berjangka,
4. Call money,
5. Deposito deposits on call,
6. Surat berharga,
7. Serta penanaman dana dalam bentuk kredit.

REMISE
Remise adalah pengiriman uang secara fisik dari suatu bank ke bank lain / dari satu cabang ke cabang lain.

Akuntansi Untuk Remise
Akuntansi untuk transaksi remise diperlukan saat pengiriman atau penerimaan uang fisik di cabang.

Contoh :

Bank Bagus – Bekasi mengirimkan uang secara fisik ke Bank Bagus – Bandung sebesar Rp 200.000.000 karena kebutuhan alat likuid di cabang tersebut.
Pencatatan pada Bank Bagus – Bekasi
RAK – cabang Bandung Rp 200.000.000
Kas Rp 200.000.000
Pencatatan pada Bank Bagus – Bandung
Kas Rp 100.000.000
RAK – cabang Bekasi Rp 100.000.000

Penanaman Alat Likuid Dalam Bentuk Lainny

Akuntansi penanaman pada bank lain meliputi saat penanaman, saat penerimaan dan saat pencairan.
1. Saat penanaman
D: Bank lain-deposito
D: Bank lain- Call money
K: BI- Giro
Kasus: Bank REZA Jakarta membeli deposito berjangka Bank DDD sebesar Rp 200.000.000 suku bunga 24% setahun, jangka waktu 3 bulan. Selain itu Bank REZA menempatkan sebagian dananya pada bank BBB Jakarta untuk call money sebesar Rp 400.000.000 dengan suku bunga 30% setahun, dana dapat ditarik sewaktu-waktu. Bank REZA juga juga menempatkan uangnya pada bank RSU Jakarta dalam bentuk deposits on call sebesar Rp 450.000.000 suku bunga 26% setahun jangka waktu 2 bulan. Pembayaran kepada lembaga keuangan tersebut di atas dilakukan atas beban rekening giro bank REZA- Jakarta pada Bank Indonesia.

D: Bank lain – deposito berjangka Rekening Bank DDD- Jakarta Rp 200.000.000
D: Bank lain – Call money-Rekening Bank BBB Rp 400.000.000
D: Bbank Lain – Deposits on Call-rekening Bank RST – Jakarta Rp 450.000.000
K: Bank Indonesia – Giro Rp 1.050.000.000

2. Saat penerimaan bunga:
D: Bank lain-deposito
K: pendapatan bunga-deposito

D: Bank lain-giro- Rekening BankDDD Rp 4.000.000
D: Bank lain-giro- Rekening Bank BBB Rp 10.000.000
D: Bank lain-giro- Rekening Bank RSU Rp 9.750.000
K: pendapatan bunga-penempatan –deposito berjangka Rp 4.000.000
K: pendapatan bunga-penempatan –Call money Rp 10.000.000
K: pendapatan bunga-penempatan –Deposits on Call Rp 9.750.000

SURAT BERHARGA
Penanaman uang dalam bentuk surat berharga bersifat sementara dan untuk dijual kembali saat diproyeksikan adanya keuntungan dari surat berharga tersebut mempunyai Kreteria Yaitu :
 Mempunyai pasar yang dapat diperjual belikan segera
 Untuk dijual segera bila ada kebutuhan dana
 Tidak dimaksudkan untuk menguasai perusahaan lain
Dan jenis-jenis dari surat berharga Sebagai berikut :
 Saham
 Wesel
 Obligasi
 Sekuritas kredit
 Surat berharga lain yang lazim diperdagangkan di pasar uang dan pasar modal

OBLIGASI
Obligasi adalah surat pernyataan utang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi beserta janji untuk membayar kembali utang dan bunganya pada saat tanggal jatuh tempo pembayaran. Pada umumnya obligasi diterbitkan untuk jangka waktu diatas 10 tahun.

Contoh Transaksi Obligasi :

 Bank ABC menerbitkan 100 lembar obligasi dengan @ Rp. 1.000.000,- suku bunga 12%pa.

D : Kas Rp. 100.000.000,00
K : Hutang obligasi Rp. 100.000.000,00

Setiap tanggal jatuh bunga tiap bulan, Bank ABC harus menyisihkan bunga sebesar 1% atau 1 juta dan ditempatkan pada rekening titipan sampai pemegang obligasi menjual kembali kepada bank.

D : Biaya Bunga Obligasi Rp. 1.000.000,00
K : Hutang bunga obligasi Rp. 1.000.000,00

Bila Tn Reza pemegang obligasi, yang juga nasabah Bank ABC Pusat hendak mencairkan 10 lembar obligasinya setelah melewati tanggal jatuh bunga maka jurnalnya adalah .

D : Hutang Bunga Obligasi Rp. 1.000.000,00
D : Hutang Obligasi Rp. 10.000.000,00
K : Giro – Tn Reza Rp. 11.000.000,00


Ditulis dalam Uncategorized

Akutansi KLIRING

AKUNTANSI KLIRING

PENGERTIAN

Kliring adalah suatu tata cara perhitungan utang piutang dalam bentuk surat-surat dagang dan surat-surat berharga dari suatu bank terhadap bank lainnya, dengan maksud agar penyelesaiannya dapat terselenggara dengan mudah dan aman, serta untuk memperluas dan memperlancar lalu lintas pembayaran giral.
Lalu lintas pembayaran giral adalah, suatu proses kegiatan bayar membayar dengan waktat atau nota kliring, yang dilakukan dengan cara saling memperhitungkan diantara bank-bank, baik atas beban maupun untuk keuntungan nasabah ybs.
Giral adalah simpanan dari pihak ketiga kepada bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, surat perintah pembayaran lainnya, atau dengan cara pemindah bukuan.

Jenis-Jenis Kliring :
 Kliring umum, adalah : sarana perhitungan warkat-warkat antar bank yang pelaksanaannya diatur oleh B I.
 Kliring local adalah : sarana perhitungan warkat-warkat antar bank yang berada dalam suatu wilayah Kliring (wilayah yang ditentukan).
 Kliring antar cabang, adalah : sarana perhitungan warkat antar kantor cabang suatu bank peserta yang biasanya berada dalam satu wilayah kota. Kliring ini dilakukan dengan cara mengumpulkan seluruh perhitungan dari sauatu kantor cabang untuk kantor cabang lainnya yang bersangkutan pada kantor induk yang bersangkutan.
 Kliring otomatis Terjadinya pertukaran data secara elektronik melalui pemrosesan dengan mesin dalam bentuk standar yang telah diformat terlebih dahulu. Selain itu, pemrosesan elektronik juga melibatkan pengiriman media penyimpanan data komputer. Media ini merupakan media utama untuk transaksi kliring dengan otomatis, atau lazim dikenal dengan Automatic Clearing House (ACH).Dalam pemrosesan data secara elektronik ini, mesin akan membaca Magnetic Ink Character Recognition, atau MICR pada setiap lembar cek nasabah.

Transaksi Kliring otomatis ada dua jenis :

1. Transaksi local (intraregional)
Bank penarik mempersiapkan seluruh warkat untuk dikirim ke bank tertarik. Disini bank penarik akan memeriksa kelengkapan data, memeriksa kebenaran cek, membedakan apabila transaksi tersebut berasal dari bank sendiri, kemudian menyampaikan data tersebut kepada lembaga Kliring.

2. Transaksi antar daerah (interregional), bank penarik akan menyampaikan transaksinya kepada pusat pengolahan data di lembaga Kliring lokal. Transaksi-transaksi disortir oleh bank penarik dalam lokasi yang bersangkutan. Volume data yang besar ini akan digabung menjadi suatu ringkasan arsip untuk setiap lokasi, kemudian arsip ini dipindahkan ke tiap lokasi lainnya untuk diproses lebih lanjut.

Jenis-Jenis Warkat Klring :
 Warkat Debet Keluar yaitu : warkat bank lain yang disetorkan oleh nasabah sendiri untuk keuntungan rekening nasabah yang bersangkutan.

 Warkat debet masuk, yaitu : warkat yang diterima oleh suatu bank dari bank lain melalui B I atas warkat atau cek bank sendiri yang ditarik oleh nasabah sendiri dan atas beban nasabah yang bersangkutan.

 Warkat kredit keluar, yaitu :
warkat dari nasabah sendiri untuk disetorkan kepada nasabah bank lain pada bank lain.
Bank yang menyerahkan warkat tersebut akan mengkreditkan rekening giro BI dan mendebet giro nasabah.
 Warkat kredit masuk, yaitu :
warkat yang diterima oleh suatu bank untuk keuntungan rekening nasabah bank tersebut.
Bank yang menerima warkat tersebut akan mendebit rekening giro B I dan mengkredit giro nasabah.
Warkat yang bukan Kliring :
 Penyetor warkat kepada penyelenggara untuk keperluan penyelesaian saldo negatif atau saldo debet.
 Warkat-warkat yang belum memenuhi syarat-syarat warkat Kliring.
 Penyetoran-penyetoran lain yang ditetapkan B I berdasarkan kebutuhan.
 Penyetoran warkat kepada penyelenggara untuk pelaksanaan transfer dalam rangka pelimpahan likuidasi dari suatu peserta kepada kantor-kantor cabangnya yang lain.


Ditulis dalam Uncategorized

SAHABAT

Genggam lah tangan ku teman,
karna panas dan dingin nya
dunia akan kita lalui bersama.
Hingga nanti ku tak kembali.

Jangan tinggal kan aku sendiri,
Diterpa badai yang besar.
Jangan biarkan dirimu,
Menangis karena aku.

Semua ini adalah jalan kita,
Jadi percayalah pada takdir.
Terlalu banyak kasih sayang mu,
Yang tlah kau berikan.

Kau selalu membuat ku,
Tersenyum dengan manis.
Ku ingat janji mu,
Yang ingin hidup bahagia.

Seandainya aku dapat tunjukan,
Pada mu hal yang paling indah.
Yaitu ku ingin jadi pelindung mu
Teman dimana pun kau berpijak.


Ditulis dalam Uncategorized

ARTI HIDUP….

Kubuka jendela kamar,
Kulihat burung berterbangan.
Kubuka mata,
Kulihat cahaya sang surya menyinari.

Baru ku sadari indah nya dunia,
Baru ku berfikir inilah hidup.
Aku berjanji akan berjalan dengan lantang,
Untuk memulai hari yang baru.

TUHAN……
Terima kasih atas karuniamu.
TUHAN……
Aku ingin hari esok akan lebih baik dari hari ini.


Ditulis dalam Uncategorized