Syahrezamarasutanpohan's Blog

AKUNTANSI PENANAMAN DANA BANK | Mei 13, 2010

AKUNTANSI PENANAMAN DANA BANK

Penanaman dana bank meliputi penanaman dana dalam alat likuid atau kas, penanaman dana pada lembaga keuangan, penanaman dana dalam bentuk perkreditan dan penanaman dana dalam akativa tetap.

Tujuan dan apenanaman dana adalah untuk memperoleh (menciptakan) pendapatan bank melalui penciptaan aktiva produktif yang menghasilkan. Besarnya penempatan dana harus selalu diperhitungkan oleh tiap bank agar pendapatan yang dihasilkan dapat membayar biaya dana yang telah dipergunakan, menutupi kebutuhan biaya operasional, resiko yang diperhitungkan, dan sejumlah laba yang dikehendaki.

Jenis penanaman dana antara lain:

1. Remise atau pengiriman uang antar cabang dalam bentuk suatu bank,
2. Penanaman pada bank lain dalam bentuk giro,
3. Deposito berjangka,
4. Call money,
5. Deposito deposits on call,
6. Surat berharga,
7. Serta penanaman dana dalam bentuk kredit.

REMISE
Remise adalah pengiriman uang secara fisik dari suatu bank ke bank lain / dari satu cabang ke cabang lain.

Akuntansi Untuk Remise
Akuntansi untuk transaksi remise diperlukan saat pengiriman atau penerimaan uang fisik di cabang.

Contoh :

Bank Bagus – Bekasi mengirimkan uang secara fisik ke Bank Bagus – Bandung sebesar Rp 200.000.000 karena kebutuhan alat likuid di cabang tersebut.
Pencatatan pada Bank Bagus – Bekasi
RAK – cabang Bandung Rp 200.000.000
Kas Rp 200.000.000
Pencatatan pada Bank Bagus – Bandung
Kas Rp 100.000.000
RAK – cabang Bekasi Rp 100.000.000

Penanaman Alat Likuid Dalam Bentuk Lainny

Akuntansi penanaman pada bank lain meliputi saat penanaman, saat penerimaan dan saat pencairan.
1. Saat penanaman
D: Bank lain-deposito
D: Bank lain- Call money
K: BI- Giro
Kasus: Bank REZA Jakarta membeli deposito berjangka Bank DDD sebesar Rp 200.000.000 suku bunga 24% setahun, jangka waktu 3 bulan. Selain itu Bank REZA menempatkan sebagian dananya pada bank BBB Jakarta untuk call money sebesar Rp 400.000.000 dengan suku bunga 30% setahun, dana dapat ditarik sewaktu-waktu. Bank REZA juga juga menempatkan uangnya pada bank RSU Jakarta dalam bentuk deposits on call sebesar Rp 450.000.000 suku bunga 26% setahun jangka waktu 2 bulan. Pembayaran kepada lembaga keuangan tersebut di atas dilakukan atas beban rekening giro bank REZA- Jakarta pada Bank Indonesia.

D: Bank lain – deposito berjangka Rekening Bank DDD- Jakarta Rp 200.000.000
D: Bank lain – Call money-Rekening Bank BBB Rp 400.000.000
D: Bbank Lain – Deposits on Call-rekening Bank RST – Jakarta Rp 450.000.000
K: Bank Indonesia – Giro Rp 1.050.000.000

2. Saat penerimaan bunga:
D: Bank lain-deposito
K: pendapatan bunga-deposito

D: Bank lain-giro- Rekening BankDDD Rp 4.000.000
D: Bank lain-giro- Rekening Bank BBB Rp 10.000.000
D: Bank lain-giro- Rekening Bank RSU Rp 9.750.000
K: pendapatan bunga-penempatan –deposito berjangka Rp 4.000.000
K: pendapatan bunga-penempatan –Call money Rp 10.000.000
K: pendapatan bunga-penempatan –Deposits on Call Rp 9.750.000

SURAT BERHARGA
Penanaman uang dalam bentuk surat berharga bersifat sementara dan untuk dijual kembali saat diproyeksikan adanya keuntungan dari surat berharga tersebut mempunyai Kreteria Yaitu :
 Mempunyai pasar yang dapat diperjual belikan segera
 Untuk dijual segera bila ada kebutuhan dana
 Tidak dimaksudkan untuk menguasai perusahaan lain
Dan jenis-jenis dari surat berharga Sebagai berikut :
 Saham
 Wesel
 Obligasi
 Sekuritas kredit
 Surat berharga lain yang lazim diperdagangkan di pasar uang dan pasar modal

OBLIGASI
Obligasi adalah surat pernyataan utang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi beserta janji untuk membayar kembali utang dan bunganya pada saat tanggal jatuh tempo pembayaran. Pada umumnya obligasi diterbitkan untuk jangka waktu diatas 10 tahun.

Contoh Transaksi Obligasi :

 Bank ABC menerbitkan 100 lembar obligasi dengan @ Rp. 1.000.000,- suku bunga 12%pa.

D : Kas Rp. 100.000.000,00
K : Hutang obligasi Rp. 100.000.000,00

Setiap tanggal jatuh bunga tiap bulan, Bank ABC harus menyisihkan bunga sebesar 1% atau 1 juta dan ditempatkan pada rekening titipan sampai pemegang obligasi menjual kembali kepada bank.

D : Biaya Bunga Obligasi Rp. 1.000.000,00
K : Hutang bunga obligasi Rp. 1.000.000,00

Bila Tn Reza pemegang obligasi, yang juga nasabah Bank ABC Pusat hendak mencairkan 10 lembar obligasinya setelah melewati tanggal jatuh bunga maka jurnalnya adalah .

D : Hutang Bunga Obligasi Rp. 1.000.000,00
D : Hutang Obligasi Rp. 10.000.000,00
K : Giro – Tn Reza Rp. 11.000.000,00


Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: