Syahrezamarasutanpohan's Blog

PROSES AKUTANSI BANK | Juni 9, 2010

PROSES AKUTANSI BANK
Dari sisi proses, Akuntasi adalah proses pencatatan, pengklasifikasian, pengelompokan, peringkasan, pelaporan dan penganalisaan transaksi keuangan 8 kegiatan utama dari proses akuntansi ini berarti bahwa ;

1. JURNAL UMUM
Jurnal adalah pencatatan atas transaksi-transaksi keuangan yang dilaksanakan setiap hari, suatu buku untuk mencatat transaksi keuangan secara kronologis dan sistematis dengan menuliskan akun yang harus di debit dan di kredit.Jurnal merupakan proses pencatatan pertama dalam siklus akuntansi setelah analisis transaksi. Jurnal merupakan dasar untuk mem-posting transaksi ke buku besar. Bentuk yang umum dari jurnal adalah Jurnal Umum yang mencatat segala jenis transaksi yang terjadi. Dalam praktiknya, apalagi dengan semakin berkembangnya perusahaan dan semakin rumitnya transaksi-transaksi yang terjadi.
Dari pengertian tersebut dapat dijelaskan bahwa :
a.Sumber pencatatan ke dalam jurnal adalah bukti /dokumen transaksi keuangan.
b.Pencatatan transaksi di lakukan secara berurutan menurut tanggal kejadiannya.
c.Sistematis artinya pencatatan dilakukan dengan mengikuti kepada aturan mendebit dan
mengkredit akun.
d.Setiap transaksi dicatat secara berpasangan ke dalam debit dan kredit
e.Jumlah debit dan jumlah kredit harus sama/seimbang.
FUNGSI JURNAL
Ada beberapa fungsi jurnal:
a.Fungsi mencatat yaitu untuk mencatat pengaruh transaksi ke dalam akun dengan jumlah yang
harus di debit dan di kredit.
b.Fungsi analisis yaitu menga pengaruh transaksi untuk menentukan akun yang harus di debit dan di kredit.
c.Fungsi instruktif yaitu jurnal merupakan perintah memposting ke dalam buku besar baik yang di debit maupun yang dikredit.
e.Fungsi historis yaitu jurnal menggambarkan secara kronologis transaksi keuangan yang telah dilakukan perusahaan.

2. BUKU BESAR
buku besar itu adalah buku yang mencatat segala aktifitas perusahaan dari sisi keuangan. pengertian besar disini adalah isinya besar (banyak) bukan bukunya yg besar. Transaksi yang sudah diklasifikasikan, selanjutnya dikelompokkan berdasarkan jenisnya ke dalam sebuah tabel yang disebut akun.
3. NERCA SALDO
Neraca saldo (neraca sisa / daftar saldo / daftar sisa ) adalah suatu alat yang digunakan untuk mengumpulkan saldo-saldo akhir yang terdapat dalam masing-masing buku besar.
Fungsi Neraca Saldo
Neraca saldo berfungsi untuk menguji kebenaran pencatatan transaksi yang terjadi pada periode tertentu ke dalam jurnal dan ke buku besar dengan cara menjumlahkan saldo debetnya dan seluruh saldo kreditnya. Apabila jumlah debet sama dengan jumlah kredit berarti ada kemungkinan pencatatan telah benar, tetapi jika tidak sama berarti pencatatannya salah
Cara Menyusun Neraca Saldo
• Lajur nomor akun diisi dengan nomor-nomor akun yang dicatat saldonya.
• Lajur nama akun diisi dengan nama-nama akun yang terjadi pada periode tersebut.
• Lajur debet dan kredit diisi dengan saldo-saldo akun.
• Jumlahkan kolom debet dan juga kolom kredit.

4. POS PENYESUAIAN DAN KERTAS KERJA
Kertas kerja adalah merupakan alat / konsep yang diperlukan untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan. kertas kerja ini biasanya disusun dalam bentuk 10 kolom. Dengan kertas kerja kita dapat mengetahui R/L bersih dan posisi keuangan pada akhir periode.

5. LAPORAN RUGI / LABA
Laporan laba rugi adalah suatu laporan yang sistematis tentang penghasilan, biaya, rugi-laba yang diperoleh oleh suatu perusahaan selama periode tertentu. Yang kita dapatkan dalam laporan ini dimana dalam laporan ini menggambarkan mengenai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan rugi-laba dalam suatu periode tertentu. Laporan laba rugi mempunyai 2 unsur yaitu pendapatan dan beban/biaya.

6. NERACA ATAU LAPORAN POSISI KEUANGAN
Digunakan untuk menunjukkan jumlah-jumlah yang akan dilaporkan dalam Neraca Akun-akun yang dilaporkan di neraca adalah akun neraca / akun riil, misalnya harta, utang / kewajiban, modal.
akun-akun yang tergolong harta, utang, modal tersebut dipindahkan dari neraca saldo disesuaikan kekolom neraca setelah akun-akun tersebut dipindahkan ke neraca.

7. PENUTUPAN BUKU
Yaitu jurnal yang dibuat untuk memindahkan saldo-saldo rekening sementara dan rekening prive.
Tujuan pembuatan jurnal penutup:
 Untuk menutup saldo yang terdapat dalam semua rekening sementara.
Menutup berarti mengurangi saldo rekening sehingga menjadi nol
 Agar saldo rekening Modal menunjukkan jumlah yang sesuai dengan keadaan pada akhir periode (sama dengan jumlah modal akhir yang dilaporkan dalam neraca).
Dalam menyelenggarakan penutupan buku, digunakan rekening sementara yang baru, yaitu rekening Rugi-Laba / Ikhtisar Rugi-Laba. Rekening ini hanya digunakan dalam penutupan buku pada akhir periode.
Prosedur penutupan buku:
 Menutup semua rekening pendapatan dengan memindahkan saldo setiap rekening pendapatan ke rekening Rugi-Laba.
 Menutup semua rekening biaya dengan memindahkan saldo setiap rekening biaya ke rekening Rugi-Laba.
 Menutup rekening Rugi-Laba dengan memindahkan saldo rekening tersebut ke rekening Modal.
 Menutup rekening Prive (jika ada) dengan memindahkan saldo rekening tersebut ke rekening Modal.


Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: