Syahrezamarasutanpohan's Blog

BEP (Break Even Ponit) | Mei 10, 2011

Pengertian BEP
BEP / Break Even Point / Titik Pulang Pokok adalah keadaan suatu usaha ketika tidak memperoleh laba dan tidak menderita rugi.

Kegunaan BEP
1. BEP digunakan sebagai alat analisis untuk mengambil kebijakan dalam suatu perusahaan.
2. Mengetahui jumlah penjualan minimal yang harus dipertahankan agar perusahaan tidak mengalami kerugian.
3. Mengetahui jumlah penjualan yang harus dicapai untuk memperoleh tingkat keuntungan tertentu.
4. Mengetahui seberapa jauh berkurangnya penjualan.
5. Mengetahui bagaimana efek perubahan harga jual, biaya, dan volume penjualan terhadap keuntungan.
Kelemahan BEP
1. Dalam usaha yang dirintis, kompenen yang berperan disini yaitu biaya, dimana biaya yang dimaksud adalah biaya variabel dan biaya tetap, dimana pada prakteknya untuk memisahkannya atau menentukan suatu biaya itu biaya variabel atau tetap bukanlah pekerjaan yang mudah.
2. Hanya ada satu macam barang yang diproduksi atau dijual. Jika lebih dari satu macam maka kombinasi atau komposisi penjualannya (sales mix) akan tetap konstan. Jika dilihat di jaman sekarang ini bahwa perusahaan untuk meningkatkan daya saingnya mereka menciptakan banyak produk jadi sangat sulit dan ada satu asumsi lagi
yaitu Harga jual persatuan barang tidak akan berubah berapa pun jumlah satuan barang yang dijual atau tidak ada perubahan harga secara umum. Hal ini demikian pun sulit ditemukan dalam kenyataan dan prakteknya.
Asumsi – asumsi BEP
1. Perilaku penerimaan dan pengeluaran dilukiskan dengan akurat dan bersifat sepanjang rentang yang relevan.
2. Biaya dapat dipisahkan antara biaya tetap dan biaya variable.
3. Efisiensi dan produktivitas tidak berubah.
4. Harga jual tidak berubah.
5. Biaya- biaya tidak berubah.
6. Bauran penjualan akan konstan.
7. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara persediaan awal dan persediaan akhir.

Pendekatan dalam mengitung BEP
1. Pendekatan Persamaan
→ Y=cx – bx – a
Keterangan : Y = laba, c = harga jual per unit, x = jumlah produk, b = biaya variabel satuan, a =biaya tetap total, cx = hasil penjualan, bx = biaya variabel total
→ X(BEP dalam unit) = a/(c-b)
→ CX(BEP dalam unit) = ac/(c-b) = a/(1 – b/c)
2. Pendekatan Marjin Kontribusi
Pendekatan margin kontribusi didapat dengan mengurangkan nilai penjualan total (total revenue =TR) dengan biaya variabel total (total Variabel cost = TVC) dan mengurangkan harga jual per unit dengan biaya variabel.
3. Pendekatan Grafik
Dalam pendekatan grafis, BEP digambarkan sebagai titik potong antara garis penjualan dengan garis biaya total (Biaya total = Biaya tetap + Biaya variabel)

Jenis – Jenis Biaya dalam Menghitung BEP
1. Variabel Cost (biaya Variabel)
Variabel cost merupakan jenis biaya yang selalu berubah sesuai dengan perubahan volume penjualan, dimana perubahannya tercermin dalam biaya variabel total. Dalam pengertian ini biaya variabel dapat dihitung berdasarkan persentase tertentu dari penjualan, atau variabel cost per unit dikalikan dengan penjualan dalam unit.
2. Fixed Cost (biaya tetap)
Fixed cost merupakan jenis biaya yang selalu tetap dan tidak terpengaruh oleh volume penjualan melainkan dihubungkan dengan waktu(function of time) sehingga jenis biaya ini akan konstan selama periode tertentu. Contoh biaya sewa, depresiasi, bunga. Berproduksi atau tidaknya perusahaan biaya ini tetap dikeluarkan.
3. Semi Varibel Cost
Semi variabel cost merupakan jenis biaya yang sebagian variabel dan sebagian tetap, yang kadang-kadang disebut dengan semi fixed cost. Biaya yang tergolong jenis ini misalnya: Sales expense atau komisi bagi salesman dimana komisi bagi
Perbedaan Antara BEP dan ROI
Dalam istilah bisnis, ROI (Return On Investment) adalah total nilai biaya yang diinvestasikan (ditanamkan pada sebuah bisnis) telah kembali, yang berasal dari akumulasi keuntungan setiap bulannya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebenarnya istilah ROI ini mengacu kepada istilah “balik modal“.
Sedangkan istilah BEP (Break Even Point) adalah titik waktu dimana biaya operasional bulanan sama banyak dengan pendapatan total bulan tersebut, disini posisi keuangan mendapat keuntungan sebesar NOL, tetapi tidak nombok maupun untung.
Margin Of Safety
Margin Of Safety adalah juga menggambarkan batas jarak, dimana kalau berkurangnya penjualan akan melampaui batas jarak tersebut, perusahaan akan menderita kerugian. dengan demikian rumus yang digunakan dalam Margin Of Safety adalah :
Tingkat Penjualan yang dibudgetkan – Tingkat penjualan BEP
MS = X 100 % Tingkat penjualan yang dibudgetkan


Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: